Cerita Pendek: Meteor Lyrids Mengenang Kisah Kepergianmu
Posted by      04/01/2021 17:24:07     News    0 Comments
Cerita Pendek: Meteor Lyrids Mengenang Kisah Kepergianmu

Malam yang cerah, saat aku merasa bahwa aku akan secerah antares yang bersinar di rasi scorpius, tepat di titik zenit dari posisi bumi yang kulihat saat itu juga. Disinilah aku duduk sebagai egosentris alam semesta. Disinilah aku meluapkan kesepianku, yang sendiri, tak tau itu mauku atau aku memang ditakdirkan untuk selalu sendiri. 

Di kehidupan nyata aku adalah seorang yang pendiam, namun jemariku selalu berisik memenuhi kertas kertas kosong. Saat memandangi langit, aku mendengar dering kotak mask dari handphone pembelian ayahku. “Ah,berisik !”, ku  raih handphone itu dengan nada menggerutu,  meskipun mata masih tertuju pada potret bintang berspektrum A yang bercahaya biru. Dengan terpaksa aku membaca pesan itu. Sekilas aku tersenyum, karena ku tahu itu pesan dari seorang  sahabat “Lascar teropong”  yang lebih tua dua tahun dari aku dan ku kenal lewat jejaring sosial facebook sejak 2 tahun yang lalu. Ia bernama Dito, sering kupanggil Centaurus. Centaurus adalah salah satu jenis rasi bintang yang memiliki bintang paling terang beranama Alpha Centauri. Rumah kami saling  berjauhan, dia hidup di sebuah kota di jawa tengah , dan aku hidup di sudut desa, tepatnya di daerah Pasuruan. 

Centaurus mengatakan bahwa malam itu dan empat hari berturut turut akan ada peristiwa meteor shower lyrids yang sangat indah menurutnya, akhirnya, ku posisikan mataku tertuju pada radian langit timur tepat di rasi lyra. Tak ada satupun meteor yang terlihat, padahal aku sudah memfokuskan mata untuk memburunya. Ya, memburu meteor lyrids. Tak ada cahaya yang bergerak, hanya ada bintang dan planet yang berevolusi menurut orbitnya. 

 Keluh kesahku kuceritakan pada centaurus karna tak satupun meteor melintas di mataku. Dan aku bertanya,“Apakah tak ada yang lebih indah dari peristiwa meteor shower ini ?” ,lewat pesan handhpone iya berkata “Lupakan sejenak meteor itu, dan perhatikan langit dan dunia ini, ada miliyaran objek kosmos atau benda benda langit yang terang disana. Namun, hanya satu saja yang mampu menjadi yang terindah diantara miliyaran objek langit itu”. Aku mencari cari jawaban itu, sambil berbaring di bawah langit . 

Esoknya aku berkata kepadanya “Yang kau maksud adalah bintang kan ? Bintang selalu menjadi yang terindah di malam hari menurut orang kebanyakan. Tanpa bintang, langit malam akan terasa gelap dan hampa.” Sembari memandangi potret langit untuk mencari meteor yang melintas ketiga kalinya aku menunggu pesan dari centaurus. Kemudian untuk yang ketiga kalinya pula centaurus membalas pesanku . “Kau salah, bintang memang indah namun tak selamanya indah, bintang dapat hancur lebur ketika ia tak mampu lagi melakukan reaksi fusi, ia dapat menjadi ancaman bahaya bagi alam semesta, dan cahayanya akan pudar ketika ia mengalami ledakan itu. Coba kau fokuskan lagi pikiranmu dan kau akan menemukan jawaban yang aku maksudkan ” . 

Hari demi hari aku merasa penasaran dengan apa yang dimkasud centaurus. Apakah mungkin nebula? Ataukah Saturnus ? ya, aku mengira bahwa yang dimaksud centaurus adalah saturnus yang indah itu. Dan untuk yang kempat kalinya aku mengirim pesan kepadanya serta kuperjelas dengan alasan alasan yang logis. “Hei centaurus, apakah yang kau maksdukan itu saturnus? Saturnus memiliki cincin yang sangat indah dan unik berada diluar sabuk asteroid. Apakah kau masih akan menyalahkanku ?”. Lagi dan lagi kutunggu jawaban yang sebenernya ia maksudkan, semakin lama rasanya aku semakin kesal, Meteor Lyridspun tak juga melintas dimataku. Ku dengar lagi dering dari handphone untuk kesekian kalianya. Centaurus menjawab “Tak sepenuhnya kau salah, namun bukan itu yang aku maksud . Saturnus memang indah karena memiliki cincin yang terdiri dari serbuk es. Telah ku katakan bahwa hanya satu yang pantas menjadi indah diantara yang terindah. Bukan bintang dan bukan Saturnus”. Spontan aku membalas pesannya dengan emosi yang tak dapat ku kendalikan,“LANTAS APA YANG KAU MAKSUD ITU ?” semenit berlalu ia membalas pesanku.’dia adalah KAU ! dirimu sendiri, kaulah yang pantas  menjadi seperti cahaya yang bersinar abadi di langit seperti kehadiranmu di dunia,kau harus bisa menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang lain, serta menjadi cercahan orang yang bermanfaat sekaligus berguna bagi semua orang,namun, kau tak harus menjadi bintang yang indah dan cahayanya  hanya sesaat. Ia dapat meledak menjadi supernova, hancur lebur akibat reaksi fusi . Dalam artian kau tak boleh menjadi seorang yang memberontak ketika kau telah memiliki kelebihan itu. Karena itu hanya membuat citra dirimu semakin pudar.” 

Aku tertegun saat membaca pesan darinya dan aku merasa sangat termotivasi. Akhirnya aku mengetahui jawabannya.Dengan menatap langit, seakan akan aku berimajinasi, agar dapat menjadi seseorang yang menyinari dunia dengan kemampuan yang aku punya. Seperti yang centaurus katakana padaku. Kini aku tak merasa sendiri, hei, tiba tiba terdapat meteor lyrids yang melintas dilangit timur, aku melihatnya , aku melihatnya dan aku melihatnya. Akan ku katakan kepada centaurus bahwa aku telah melihat meteor itu . Namun, tiba tiba aku mendapat pesan bahwa sebenarnya centaurus telah meninggal sejak dua hari yang lalu. Aku terkejut dan nyaris tak percaya. Dan ternyata yang selama ini membalas pesan dariku adalah kakaknya , ia telah dipesankan sebelumnya oleh centaurus untuk mengirimkan pesan pesan itu untukku . Tak ada yang membritahuku. Kini kesedihan semakin menggurutu . Saat setelah ku lihat hujan meteor lyrids yang ia tunjukkan dan saat itu pula ia pergi meninggalkan ku dan  kehidupan nyata di muka bumi. Meteor lyrids menjadi sejarah terindah bagiku ketika aku duduk dilantai yang licin dan penuh bunga yang berduri, lyrids mengenang kisah kepergianmu “kak Dito”.  

Karya: Alfi Jauharo

 

Share This Post :

Leave a Reply

* Name:
* E-mail: (Not Published)
   Website: (Site url withhttp://)
* Comment:
Type Code